I, Robot (film)

I, Robot is a 2004 film directed by Alex Proyas. I, Robot film tells us about an era of the world when humans and robots are coexisting in daily life. The robots help people in living their lives. If we see the rapid advances of technology, a world where human civilization coexists with robots is possible and could be happened. Through IRobot film we can take a view and make a conclusion about the human life when it has come to the robotic era.

The robots could be very helpful for human in doing their daily activity. However, the use of robots should not be free on the various aspects of human life. To live with the robot needs a careful consideration. The control, regulation as well as the laws that supervise must be clear and strict.

The development of technology is determined by humans because it was found and created by human. We all should be wise in use and utilize the existing technology so that with the technology that was created, we can reach maximum benefit and it’s not make us accustomed to the instant things eventually colonized by what we have created. Technological advances can provide great benefits, on the other hand can provide other effects that impact on human life.

Tersenyumlah

Sungguh Maha Pemurah Tuhan Yang Maha Esa dengan semua nikmat yang telah diberikan kepada kita. Nikmat nikmat tersebut baik kita sadari maupun tidak sadari. Sadar atau tidak senyum adalah rahmat yang diberikan oleh Tuhan.

Senyum adalah salah satu cara untuk membangun hubungan sosial dengan orang lain. Siapapun dia tanpa pandang ras, kekayaan dan latar belakang.

Senyum adalah lambang dari, keramahan sehingga dapat membuat seorang individu akan dikenang sebagai seorang yang baik, tenang, dan ramah. memberi senyum adalah salah satu fasilitas untuk membangun jaringan, memudahkan usaha, dan memudahkan segalanya

1. Senyum

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), senyum didefinisikan sebagai gerak tawa ekspresif yang tidak bersuara untuk menunjukkan rasa senang, gembira, suka, dan sebagainya dengan mengembangkan bibir sedikit.

Ketika kita menggerakan otot senyum kita saat itu lah kita sedang senyum. Otot senyum bekerja secara refleks spada saat saat otak mendapatkan rangsangan – kegembiraan, kesenangan, rasa hormat, dan lain-lain terkait dengan kebaikan. Senyum pula dapat disebabkan oleh orang lain yang memberikan sebyuman kepada kita maka secara reflek apa bila hati kita tulus dan ikhlas maka kita akan membalasnya

Dalam konteks agama, senyum bernilai ibadah karena dianggap memiliki kesamaan dengan sedekah. Orang telah dianggap bersedekah hanya dengan tersenyum kepada orang lain karena apabila senyum yang kita lakukan adalah senyum secara ikhlas maka senyum tersebut mampu membuat seseorang yang melihatnya merasa senang, dan sejuk hatinya.

Senyum adalah seni yang tercermin dari kedamaian hati. jika kita melempar senyum kepada orang lain, maka orang itu juga akan merasa damai seperti kita.

Senyum yang murni adalah senyum yang dilandaskan dari hati yang dlakukan secara ikhlas, bukan dimaksutkan untuk mengejek atau senyum yang dilakukan secara sinis

2.  Manfaat Senyum

Tidak ada satupun hal yang diciptakan oleh Tuhan jika tidak ada manfaatnya. Sama halnya dengan senyum yang dianugrahkan kepada manusia. Senyum membawa manfaat bagi pelaku maupun penerimanya.  Oleh karena senyum adalah sebuah rahmat yang Tuhan ciptakan untuk kebaikan maka senyum itu harus dilandaskan kepada kebaikan pula.

Senyum membuat anda tetap positif

Senyum adalah sesuatu yang bernilai positif karena senyum adalah buah hasil dari rasa kedamaian, kegembiraan dan segala hal yang berhubungan dengan kebaikan. kedua hal tersebut saling bertentangan.  Ketika anda tersenyum, maka senyum tersebut akan  mengirimkan sinyal positif kedalam tubuh kita. Karena sesuatu yang  positif bertentangan dengan hal – hal negatif maka secara refleks senyum akan membuat kita menjadi selalu berfikir positif.

Senyum membuat anda lebih menarik

Senyum adalah bagian dari keceriaan secara alamiah kita akan selalu tertarik pada orang yang selalu tersenyum. Orang yang selalu tersenyum  memiliki daya tarik tersendiri. Wajah yang berkerut, cemberut, membuat orang menjauh dari kita karena dapat menimbulkan perasaan yang tidak menyenangkan kepada orang yang melihatnya

Senyum mengubah mood anda

Ketika anda merasa jatuh atau  sedih cobalah untuk tersenyum terlebih dahulu karena senyum adalah sesuatu yang positif sehigga nilai – nilai positif yang ada didalamnya dapat memengaruhi mood buruk kita menjadi baik.

Senyum dapat merangsang orang lain tersenyum

Ketika seseorang tersenyum maka senyum tersebut akan membuat suasana menjadi lebih cerah, mengubah mood orang lain yang ada disekitarnya dan membuat semua orang menjadi senang. Orang yang suka tersenyum membawa kebahagiaan buat orang yang ada di sekitarnya. Seringlah tersenyum maka anda akan disukai oleh banyak orang.

Senyum dapat mengurangi stres

Senyum dapat mengurangi stres. Stres secara nyata dapat muncul di wajah anda. Senyum membantu mencegah kesan bahwa kita sebenarnya sedang lelah atau merasa “down”. Jika anda sedang stres cobalah untuk tersenyum, maka stres anda akan berkurang dan anda akan merasa lebih baik untuk membuat langkah selanjutnya.

Manfaat Senyum bagi kesehatan

  •       Senyum meningkatkan sistem imun (kekebalan) tubuh.

Senyum dapat membantu kerja imun tubuh agar dapat bekerja dengan baik. Ketika anda tersenyum, fungsi imun meningkatkan kemungkinan anda menjadi lebih rileks.

  •        Senyum menurunkan tekanan darah anda.

Ketika anda tersenyum, maka tekanan darah anda akan menurun.

  •       Mengeluarkan endorphins (pereda rasa sakit secara alami) dan serotonin.

Beberapa studi telah menunjukkan bahwa senyum dapat merangsang pengeluaran endorphin, pereda rasa sakit yang alami, serta serotonin. Senyum memang obat yang alami.

  •       Senyum dapat melenturkan kulit wajah dan membuat anda terlihat lebih muda.

Otot-otot yang digunakan untuk tersenyum ikut membuat anda terlihat lebih muda. Jika anda ingin sesuatu yang beda, maka berikan senyum anda sepanjang hari, maka anda akan terlihat lebih muda dan merasa lebih baik.

 

3.  Senyum dalam Kehidupan

Senyum dalam kehidupan kita sehari-hari, memainkan peranan penting pada keseluruhan aspek kehidupan. senyum merupakan media termudah untuk mendekatkan antara kedua orang yang memiliki jarak berbeda. Ketika kita sedang berbicara dengan seseorang, misalnya, seringkali kita atau pun lawan bicara kita melemparkan senyum untuk menunjukkan keramahan, kegembiraan atau ketulusan.

Senyum mampu berdampak pada interaksi sosial, kepercayaan diri dan dapat mempengaruhi bagaimana persepsi seseorang terhadap orang lain.

Ketika seseorang tersenyum maka senyum tersebut akan membuat suasana menjadi lebih cerah, mengubah mood orang di sekitarnya dan membuat semua orang menjadi senang. Orang yang suka tersenyum akan membawa kebahagiaan buat orang lain di sekitarnya. Kata sahabat saya, “sering-seringlah tersenyum, maka kamu akan disukai oleh banyak orang.

Senyum merupakan pertanda awal bahwa seseorang siap dan terbuka untuk menerima orang lain. Sering kita melihat bukan, ada orang yang selalu tersenyum ketika bertemu dengan orang lain. Itu artinya bahwa ia memiliki kemampuan intrapersonal dan interpersonal yang baik.

Orang yang bahagia, beban jiwanya menjadi lebih ringan sehingga lebih mudah untuk mengekspresikan senyum dari lubuk hatinya.

Dampak positif senyum dalam kehidupan bagi para pelakunya antara lain, senyum mampu mengurangi tingkat stres, meningkatkan kekebalan, memicu perasaan optimis, dan dapat meningkatkan hubungan baik dengan orang lain. Bagaimana dinamikanya?

Berbeda dengan senyum yang dipaksakan. Senyum palsu atau tidak dari dalam hati, dapat berpotensi menyebabkan suasana hati tertekan. Akbitnya secara emosional orang yang melakukan senyum dengan terpaksa akan merasa lelah. Jika hal ini terus dibiarkan bisa menyebabkan yang bersangkutan seolah-olah merasa kehilangan identitas pribadi.


      Kesimpulan

Senyum adalah rahmat yang diberikan tuhan kepada kita, tidak ada makhluk lain ciptaan Tuhan di bumi ini yang dapat memlakukan dan memberi senyum selain manusia. Menebar senyum adalah awal yang baik bagi seseorang, apalagi jika baru kenal dengan orang asing. Senyum bisa membuat suasana menjadi tidak membosankan. Senyum mampu memberikan kesenang membawa perdamaian dan memberikan kenyamanan dalam berinterkasi sosial. Senyum yang dapat membawa kebaikan adalah senyum yang dilandaskan oleh rasa ikhlas bukan rekayasa dan dimaksutkan untuk kebaikan. dengan tersenyum, masalah yang anda hadapi akan sedikit ringan.

sumber :

http://hiburan.kompasiana.com/humor/2010/10/13/murah-senyum-itu-mudah/

http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2011/03/23/senyum-antara-menyehatkan-dan-tidak/

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6977181

Makalah Ilmu Sosial Dasar (Manusia dan Akal Pikiran, Jasmani dan Rohani)

Manusia Berdasarkan Pemikiran akal,Jamani dan Rohani

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Pemurah,  karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat saya selesaikan. Makalah ini disusun agar kita dapat memperluas wawasan kita tentang Ilmu Sosial Dasar. Khususnya tentang pembahasan “Manusia dan Pemikiran Akal, Jasmani dan Rohani”.

Makalah ini dibuat dalam rangka pembelajaran mata kuliah Ilmu sosial Dasar (softskil). Pemahaman tentang manusia dan hal – hal yang berkaitan dengannya sangat diperlukan, dengan suatu harapan suatu masalah dapat diselesaikan dan dihindari kelak, sekaligus menambah wawasan bagi kita semua.

Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Andi Tenrisukki Tenriajeng selaku Dosen Ilmu Sosial Dasar, Universitas Gunadarma.

Makalah ini,  tentunya masih jauh dari kesempurnaan, karena penulis juga masih dalam tahap pembelajaran. Oleh karena itu arahan, koreksi dan saran, sangat penulis harapkan. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.

Terima kasih.

Depok, 3 Maret 2011

Ario Halik

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang

1.2. Tujuan

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Manusia

2.2 Tahap Perkembangan Manusia

2.3 Pola Pikir Manusia

2.3 Hubungan Manusia dengan Akal pikiran, Jasmani dan Rohaninya

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1. LATAR BELAKANG

Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani. Unsur fisik yaitu berupa jasmani (raga) dan unsur psikis berupa rohaninya (jiwa). Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak dapat disebut sebagai individu lagi. Kedua unsur tersebut harus berjalan dengan seimbang dan harus tercukupi pemenuhannya. Selain itu manusia tidak dapat hidup tanpa kehadiran manusia lain itulah yang menyebabkan adanya dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. Tidak ada manusia yang sama persis di dunia ini walaupun kembar sekalipun,setiap manusia memiliki keunikan tersendiri. Atas dasar hal tersebut sering sekali terjadi konflik di dalam kehidupan. Rutinitas sehari- hari yang dilakukan secara terus menurus pula kerap kali menimbulkan titik jenuh yang akhirnya menimbulkan stress dan ketegangan psikis.

Sejak lahir manusia dibekali pemikiran akal pemikiran yang sangat tinggi. Itulah yang menyebabkan manusia memiliki potensi di berbagai bidang.  Pemanfaatan dan menejemen pemikiran secara baik sangat dibutuhkan agar manusia dapat menjalani kehidupannya dengan baik. Sekalipun banyaknya hambatan dan permasalahan dalam kehidupan, kita dapat menyelesaikannya secara tenang dan dapat mengantisipasinya kelak.

1.2. TUJUAN

• Memahami Hakikat Pengertian Manusia
• Mengetahui Pemanfaatan Pemikiran Manusia
• Mengetahui Hubungan Manusia dengan Akal Pikiran, Rohani dan Jasmaninya

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1PENGERTIAN HAKIKAT MANUSIA

Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan paling sempurna. Di dalam diri manusia terdapat apa – apa yang terdapat di dalam makhluk hidup lainnya yang bersifat khsusus. Dia berkembang, bertambah besar, makan, istirahat, melahirkan dan berkembang biak, menjaga dan dapat membela dirinya, merasakan kekurangan dan membutuhkan yang lain sehingga berupaya untuk memenuhinya. Dia memiliki rasa kasih sayang dan cinta.Rasa takut dan aman, menyukai harta, menyukai kekuasaan dan kepemilikan, rasa benci dan rasa suka, merasa senang dan sedih dan sebagainya yang berupa perasaan-perasaan yang melahirkan rasa cinta. Hal itu juga telah menciptakan dorongan dalam diri manusia untuk melakukan pemuasan rasa cintanya itu dan memenuhi kebutuhannya sebagai akibat dari adanya potensi kehidupan yang terdapat dalam dirinya. Oleh karena itu manusia senantiasa berusaha mendapatkan apa yang sesuai dengan kebutuhannya,hal ini juga dialami oleh para mahluk-mahluk hidup lainnya, hanya saja, manusia berbeda dengan makhluk hidup lainnya dalam hal kesempurnaan tata cara untuk memperoleh benda-benda pemuas kebutuhannya dan juga tata cara untuk memuaskan kebutuhannya tersebut. Makhluk hidup lain melakukannya hanya berdasarkan naluri yang telah Tuhan ciptakan untuknya sementara manusia melakukannya berdasarkan akal dan pikiran yang telah  dikaruniakan Tuhan kepadanya.

karakteristik manusia antara lain :

1.      AspekKreasi

2.      AspekIlmu

3.      AspekKehendak

4.      Pengarahan Akhlak

Beberapa Definisi Manusia :

1.      Manusia adalah makhluk utama, yaitu diantara semua makhluk natural dan supranatural, yang  mempunyai jiwa bebas dan hakikat –  hakikat yg mulia.

2.       Manusia adalah kemauan bebas. Yang berarti bahwa kemanusiaan telah masuk ke dalam rantai kausalitas sebagai sumber utama yang bebas  kepadanya dunia alam, sejarah dan masyarakat sepenuhnya bergantung, serta terus menerus melakukan campur tangan pada dan bertindak atas rangkaian deterministis ini. Dua determinasi eksistensial, kebebasan dan pilihan, telah memberinya suatu kualitas seperti Tuhan

3.       Manusia adalah makhluk yg sadar. Kesadaran dalam arti bahwa melalui daya refleksi yang menakjubkan, ia memahami aktualitas dunia eksternal, menyingkap rahasia yg tersembunyi dari pengamatan, dan mampu  menganalisa masing-masing realita dan peristiwa.

4.      Manusia adalah  makhluk yang sadar diri. Ini berarti bahwa ia mampu mempelajari, manganalisis, mengetahui dan  menilai dirinya.

5.      Manusia adalah makhluk kreatif. Hal ini menyebabkan manusia memiliki kekuatan a yang memberinya kemampuan untuk melewati parameter alami dari eksistensi dirinya, memberinya perluasan dan kedalaman eksistensial yang tak terbatas, dan menempatkannya pada suatu posisi untuk menikmati apa yang belum diberikan alam.

6.      Manusia adalah makhluk idealis. Idealisme adalah faktor utama dalam pergerakan dan evolusi manusia. Idealisme tidak memberikan kesempatan untuk puas di dalam  batasan realita yang ada. Kekuatan inilah yang selalu memaksa manusia untuk merenung, menemukan,  menyelidiki,  mewujudkan,  membuat dan mencipta dalam alam jasmaniah dan ruhaniah.

7.      Manusia adalah makhluk moral. Di sinilah timbul pertanyaan penting mengenai nilai. Nilai yang terdiri dari ikatan yang ada antara manusia dan setiap gejala, perilaku, perbuatan atau dimana suatu motif yg lebih tinggi daripada motif manfaat timbul. Ikatan ini mungkin dapat disebut ikatan suci, karena ia dihormati dan dipuja begitu rupa sehingga orang merasa rela untuk membaktikan atau mengorbankan kehidupan mereka demi ikatan ini.

8.       Manusia adalah makhluk utama dalam dunia alami, mempunyai esensi uniknya sendiri, dan sebagai suatu penciptaan atau sebagai suatu gejala yg bersifat istimewa dan mulia. Ia memiliki kemauan, ikut campur dalam alam yg independen, memiliki kekuatan untuk memilih dan mempunyai andil dalam menciptakan gaya hidup melawan kehidupan alami. Kekuatan ini memberinya suatu keterlibatan dan tanggung jawab yg tidak akan punya arti kalau tidak dinyatakan dengan mengacu pada sistem nilai.

2.2 PERKEMBANGAN  MANUSIA

Kehadiran manusia pertama tidak terlepas dari asal usul kehidupan di alam semesta. Asal usul manusia menurut ilmu pengetahuan dapat dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat evolusinya, yaitu :

Pertama, tingkat pra manusia yang fosilnya ditemukan di Johanesburg Afrika Selatan pada tahun 1942 yang dinamakan fosil Australopithecus.

Kedua, tingkat manusia kera yang fosilnya ditemukan di Solo pada tahun 1891 yang disebut pithecanthropus erectus.

Ketiga, manusia purba, yaitu tahap yang lebih dekat kepada manusia modern yang sudah digolongkan genus yang sama, yaitu Homo walaupun spesiesnya dibedakan.Fosil jenis ini di neander, karena itu disebut Homo Neanderthalesis dan kerabatnya ditemukan di Solo (Homo Soloensis).

Keempat, manusia modern atau Homo sapiens yang telah pandai berpikir, menggunakan otak dan nalarnya.

Tahap – tahap  perkembangan manusia memiliki fase yang cukup panjang.Klasifikasi periode perkembangan manusia meliputi :

1.       Periode pra kelahiran,

2.       masa bayi,

3.       masa awal anak anak,

4.       masa pertengahan dan akhir anak anak,

5.       masa remaja,

6.      masa awal dewasa,

7.       masa pertengahan dewasa dan

8.      masa akhir dewasa.

2.3 POLA PIKIR MANUSIA

Setiap manusia pasti memiliki pola pikir dan cara pandang tentang segala hal, karena pada setiap manusia dilengkapi dengan akal. Pola pikir membentuk kepribadian yang sangat unik dalam hidup manusia. hal ini terutama terlihat dalam  pola kita menentukan cita-cita, impian dan tujuan hidup.

Proses pembentukan kerangka berpikir dimulai sejak bayi dalam kandungan. Dengan bertambahnya usia bertambah pula informasi yang masuk ke dalam pikiran. Berapa banyak informasi yang masuk ke dalam pikiran ketika seseorang sudah remaja, pemuda, dewasa, orang tua dan nenek-kakek- kita tidak tahu.

Informasi yang masuk ke dalam pikiran pun beragam,  mulai dari pengalaman diasuh oleh ibu, dididik orang tua, dididik oleh guru di taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah, dan kampus. Bukan hanya itu saja, masih ada pengalaman-pengalaman unik dalam hidup kita seperti rasa cinta, kerugian , atau  kecelakaan. Secara tidak langsung pengalaman – pengalaman kita membentuk pola pikir kita.

Pola pikir itu sendiri dapat timbul dengan sendirinya ketika manusia itu terbentur oleh suatu permasalahan yang akhirnya menyebabkan terbentuk karakternya oleh permasalahannya itu sendiri. Sehingga manusia itu memiliki langkah atau antisipasi yang bermacam – macam dalam menyikapi setiap permasalahan tersebut yang akan terekam sebagai suatu pengalaman.

Informasi yang masuk ke dalam pikiran membentuk ragam pola dalam pikiran. Besarnya pola tergantung dari berapa sering informasi masuk ke dalam pikiran dan berapa dalam kesan yang diberikannya. Semakin sering atau semakin berkesan sebuah informasi semakin kuat pola pikir yang dibentuk.

Kuat atau besarnya pola pikir kita akan berpengaruh terhadap informasi-informasi yang datang di kemudian hari. akan ada informasi yang ditolak dan diterima dan ini tergantung dari pola yang dominan dalam pikiran kita. Pola yang dominan inilah salah satu penyebab utama mengapa muncul perbedaan pendapat atau perdebatan dalam percakapan, diskusi atau rapat.

Pandangan – pandangan hidup pada dasarnya terbentuk oleh beberapa faktor yang sangat dominan mempengaruhi manusia, antara lain :

  1. Cita –  cita
  2. Pengalaman
  3. Pendidikikan
  4. Pergaulan

Keempat faktor tersebut merupakan faktor yang membentuk dan mempengaruhi pola pikir, kedewasaan dan pandangan hidup seseorang.

2.3 HUBUNGAN MANUSIA DENGAN AKAL PIKIRAN, JASMANI DAN ROHANI

Akal adalah suatau oeralatan rohaniah manusia yang berfungsi untuk membedakan yang salah satu dan yang benar serta menganalisi sesuatu yang kemampuannya tergantung pengalaman dan tingkat pendidikan pemiliknya. Akal berfungsi untuk mengigat, menyimpulkan, menganalisa, menilai apakah sesuai benar atau alah.

Jasmani adalah berhubungan dengan kesehatan dan rekreai fisik, yang memberi kesanggupan untuk menjalankan hidup yang produktif dan dapat menyesuaikan diri pada tiap pembeda fiik yang layak.

Rohani adalah sesuatu hal yang berasa diatas moral. Rohani dikaitkan dengan hati, kalbu, jiwa, mental, fikiran dan sebagainya yang mewujudkan sebagai suatu unsur peribadi manusia yang paling unik yang tidak dapat dilihat oleh pancaindera. Tetapi gejala dalam kerjanya dapat dirasakan misalnya: menangkap dan menyimpan pengertian, mengingat, berfikir, berkemahuan, rindu, sedih, gembira dan sebagainya.  Jika seseorang sehat rohaninya ia akan memiliki kemampuan beramal yang tinggi, gairah bekerja dan bersemangat untuk maju dalam kebaikan. Sebaliknya orang yang mengidap penyakit rohani akan memperlihatkan kemundurannya dalam kemampuan bekerja, hilang gairah dan semangatnya untuk maju. Yang menonjol hanyalah kelemahan dan kemalasan.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Setiap anggota atau bagian dari tubuh kita merupakan suatu kesatuan jaringan atau jalinan yang masing – masingnya terhubung satu sama lain. Apa bila ada satu bagian yang rusak maka akan berdampak pada bagian lainnya juga.

Terdapat  tiga bagian terpenting dari manusia yaitu, akal pikiran, Jasmani dan Rohani. Tiga komponen  terebut saling berkaitan satu sama lainnya. Akal merupakan bagian terpenting, merupakan inti dari sistem tubuh kita. Akal mengatur segala kegiatan yang ada pada tubuh kita, mulai dari kerja organ tubuh kita, sistem perasaan, motifasi, pengambilan  ketupusan dan penyikapan  kita terhadap sesuatu dalam hidup.  Jasmani merupakan pendukung kegiatan yang berkaitan dengan fisik kita, tetapi apa bila terganggu salah satu fungsinya maka akan pula berpengaruh pada yang lainnya, bila jasmani kita baik maka aktifitas kita pun berjalan lancar. Dan rohani meupakan kebutuhan kita terhadap Tuhan. Kedekatan kita terhadap tuhan adalah segalanya. Dia lah yang berkehendak dan  menghendakan akan akan sesuatu. Oleh karena itu dibutuhkannya hubungan baik antara kita dengan sang pencipta kita.

3.2 Saran

Sebagai manusia yang menjalani kehidupan di dunia beserta problematikanya. Apabila ki ta menginginkan kehidupan kita berjalan baik dan lancar maka pengelolaan kita terhadap pola pikir akal, jamani dan rohani kita harus berjalan dengan bena, seimbang dan sesuai. Apabila ada salah satu saja yang tidak seimbang ddalam pemenuhannya maka akan berdampak pula pada kehidupan sehari – hari kita.

DAFTAR PUSAKA

 

http://www.psikologizone.com

http://www.membuatblog.web.id

http://filsafat.kompasiana.com

http://id.wikipedia.org

Asas Wawasan Nusantara

I.  Asas Wawasan Nusantara

Merupakan ketentuan – ketentuan atau kaidah – kaidah dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara, dan diciptakan demi tetap taat dan setianya komponen pembentuk bangsa Indonesia terhadap kesepakatan bersama.

Jika hal ini diabaikan, maka komponen pembentuk kesepakatan bersama akan melanggar kesepakatan bersama tersebut, yang berarti bahwa tercerai berainya bangsa dan negara Indonesia

Asas Wawasan Nusantara terdiri dari :

1.       Kepentingan yang sama

2.       Keadilan

Yang berarti kesesuaian pembagian hasil dengan adil.

3.       Kejujuran

Yang berarti keberanian berfikir, berkata, dan bertindak sesuai dengan relita serta ketentuan yang benar biarpun realita atau kebenaran itu pahit.

4.       Solidaritas

Yang berarti rasa setia kawan, mau memberi dan berkorban demi orang lain tanpa meninggalkan ciri dan karakter budaya masing-masing.

5.       Kerja sama

Adanya koordinasi, saling pengertian yang didasarkan atas kesetaraan demi terciptanya sinergi yang lebih baik.

6.       Kesetiaan terhadap ikrar atau kesepakatan bersama demi terpeliharanya persatuann dan kesatuandalam bhinekaan.

Merupakan tonggak utama dalam terciptanya persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan. Jika hal ini ambruk maka rusaklah persatuan dan kesatuan kebhinekaan Indonesia.

J.  Arah pandang

Wawasan Nusantara meliputi arah pandang kedalam dan keluar

1.       Arah pandang ke dalam

Mengandung arti bahwa bangsa Indonesia harus peka dan berusaha untuk mencegah dan mengatasi sedini mungkin faktor – faktor penyebab timbulnya disintegrasi bangsa dan memelihara persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan . Arah pandang kedalam bertujuan menjamin perwujudan persatuan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional,baik aspek alamiah maupun aspek sosial.

2.       Arah pandang keluar

Mengandung arti bahwa dalam kehidupan internasional bangsa Indonesia harus berusaha mengamankan kepentingan nasionalnya dalam semua aspek kehidupan demi tercapainya tujuan nasional yang tertera pada pembukaan UUD 1945. Arah pandang kedalam bertujuan demi terjaminnya kepentingan nasional dalam  dunia serba berubah serta melaksanakan  ketertiban dunia, yang berdasarkan kepada kemerdekaan , perdamaian abadi dan keadilan sosial serta kerja sama dan sikap saling menghormati.

Sumber : Buku Cetak Pengengantar Pendidikan Kewarganegaraan pernerbit PT Gramedia Pustaka Utama

Tiga Kecerdasan Utama Manusia

Sejak kita lahir kita telah dianugrahkan akal sehat oleh Tuhan Yang Maha Esa. Di dalam akal sehat tersebut terdapat kecerdasan. Dengan adanya kecerdasan tersebut kita dapat berfikir dan belajar, mengembangkan berbagai macam ilmu yang ada. Sehingga kita dapat mempertahankan dan mengembangkan kualitas hidup kita. Sebenarnya terdapat 8 kecerdasan pada manusia, yaitu :

1.      Kecerdasan Linguistik

2.      Kecerdasan Logis Matematis

3.      Kecerdasan Spasial

4.      Kecerdasan Kinestetik Jasmani

5.      Kecerdasan Musikal

6.      Kecerdasan Antar Pribadi

7.      Kecerdasan Intra Pribadi

8.      Kecerdasan Naturalis

Akan tetapi pada dasarnya manusia memiliki tiga kecerdasan utama yaitu :

1.      Intelegent Quotient (IQ)

Intelegent quotient adalah ukuran kemampuan intelektual, analisis, logika dan rasio seseorang. hal ini berkaitan dengan keterampilan berbicara, kesadaran akan ruang, kesadaran akan sesuatu yang tampak, dan penguasaan matematika. IQ mengukur kecepatan kita untuk mempelajari hal-hal baru, memusatkan perhatian pada aneka tugas dan latihan, menyimpan dan mengingat kembali informasi objektif, terlibat dalam proses berpikir, bekerja dengan angka, berpikir abstrak dan analitis, serta memecahkan permasalahan dan menerapkan pengetahuan yang telah ada sebelumnya.

2.      Emotional Quotient (EQ)

Emotional  quotient adalah ketrampilan untuk mengenali dan mengelola perasaan dan emosi diri sendiri maupun orang lain. Termasuk pula didalamnya keberanian mengakui kelemahan dan kesalahan diri sendiri, kemampuan membuat komitmen, berani bertanggung jawab atau peka terhadap masalah, untuk segera mengambil langkah pemecahannya. EQ adalah kemampuan mengambil keputusan berdasarkan keseimbangan aspek emosional dan rasional, membuat keputusan yang manusiawi, namun tetap tegas dan sesuai aturan. EQ adalah kemampuan mengatasi konflik dan ketidakselarasan antar anggota kelompok kerja Anda

3.      Spiritual Quotient (SQ)

Spiritual quotient (SQ) adalah kecerdasan yang memfungsikan jiwa dalam untuk peka dan memahami segala kenyataan yang ada dalam kehidupan.  Dengan kata lain kecerdasan SQ adalah kecerdasan untuk menghadapi persoalan dalam hidup.  Kecerdasan spiritual lebih berurusan dengan pencerahan jiwa. Orang yang memiliki SQ yang tinggi mampu mengatasi pensderitaan hidup dan memberikan makna yang positif pada setiap masalah dan penderitaan yang dihadapinya. Kecerdasan Spiritual (SQ) adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara effektif. Bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi kita.

Kesimpulan :

Ketiga kecerdasan diatas (IQ, EQ dan SQ) merupakan suatu sistem yang bekerja dalam satu kesatuan dan saling terkait di dalam diri kita, dan tidak mungkin untuk dipisahkan fungsinya. Ketiganya harus berjalan secara seimbang.

Dalam menjalani kehidupan kita membutuhkan IQ untuk mempertimbangkan setiap rencana keputusan yang hendak kita ambil dengan menemukan fakta yang akurat dan objektif, serta memprediksi risiko dan konsekuensi yang akan ditimbulkan.

Lalu EQ dibutuhkan karena dalam menjalani kehidupan tersebut kita tidak hanya mengandalkan kemampuan logika yang kita miliki, akan tetapi dibutuhkan suatu interaksi sosial, memahami perasaan orang lain menjadi faktor penting dalam menimbang dan memutuskan.

Dan SQ dibutuhkan untuk memenejemen jiwa kita agar kita mampu memberikan makna positif pada setiap permasalahan yang datang. Sehinggga kita mampu mengarahkan diri kita untuk melakukan hal – hal yang positif.

Tiap manusia pada dasarnya dianugrahkan oleh Tuhan kecerdasan, tetapi yang menentukan kita berhasil atau tidaknya adalah bagaimana kita mampu mengelola dan menyeimbangkan fungsi IQ, EQ, dan SQ dalam menjalani kehidupan kita.

sumber : http://www.scribd.com/doc/37701236/ISBD-IQ-EQ-dan-SQ

Privatisasi BUMN

Privatisasi adalah penjualan saham perusahaan perseroaan ,baik sebagian maupun seluruhnya kepada pihak lain, dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja atau nilai dari suatu perusahaan serta memperluas saham oleh masyarakat yang nantinya akan memberikan manfaat besar bagi negara dan masyarakat.

Tujuan dari di adakannya privatisasi adalah agar usaha maupun karyawan yang bekerja dari perusahaan tersebut menjadi lebih berkembang dan sejahtera. Dan yang paling diharapkan adalah usaha tersebut tidak membebani negara dan mampu menutup defisit APBN.

Privatisasi BUMN yang terjadi di Indonesia telah menimbulkan berbagai macam kontroversi dari masyarakat. Sebagian masyarakat setuju dengan privatisasi selama privatisasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi negara dan masyarakat, sementara di sisi lain masyarakat menolak privatisasi karena dianggap tidak nasionalis dan menghabiskan aset  negara.

Jika kita melihat kasus penjualan beberapa aset negara di Indonesia seperti : PT.freeport,  PT. Indosat, beberapa BUMN lainnya jelas dianggap merugikan dan tidak mendatangkan keuntungan bagi kepentingan publik.

Menurut pendapat saya, Privatisasi BUMN boleh dilakukan asalkan memperhatikan asas kebijakan publik. Hak kontrol negara atas perusahaan tersebut juga sangat diperlukan. Privatisasi juga sebaiknya tidak dilakukan pada perusahaan negara yang menguasai hajat hidup orang banyak karena dikhawatirkan akan mempersulit kita bila terjadi masalah nantinya. Namun dalam melakukan privatisasi BUMN diperlukan kehati-hatian dan pertimbangan, karena apa bila kita salah mengambil tindakan, hal tersebut akan merugikan masyarakat dan negara lebih jauh lagi.

Peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam hal ini .Pemerintah harus memiliki kekuatan untuk mengontrol fungsi pelayanan, distribusi dan keadilan berkomsumsi.